Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2025

Perjalnan

Gambar
 Ada banyak hal dalam hidup ini yang tidak berjalan sebagaimana kita harapkan. Kita menyusun rencana dengan keyakinan, menetapkan tujuan dengan semangat, lalu menyelipkan doa-doa di antara harap dan usaha. Namun tetap saja, tak jarang semesta membawa kita ke jalan yang tak pernah kita pikirkan sebelumnya. Ada harapan yang kita rawat sepenuh hati, lalu gugur sebelum sempat mekar. Ada doa yang telah lama melangit, namun saat terkabul, datang dalam bentuk yang tak kita kenali. Bukan karena Allah tak mendengar, tapi karena Ia tahu lebih dulu apa yang benar-benar kita butuhkan. Kadang-kadang kita kecewa. Tanya-tanya, kenapa semua tak sesuai rencana? Kenapa bukan aku yang dipilih? Kenapa harus dimulai? Lalu hati pun diam-diam lelah mencari alasan. Tapi di sanalah letak perjalanan ini, sebuah proses untuk belajar percaya, bahkan saat kita belum mengerti. Sebab hidup bukan soal mengendalikan segalanya, tapi tentang bagaimana kita berserah tanpa kehilangan arah. Tentang bagaimana kita tetap...

Manis

Gambar
  Minggu pagi dimulai dengan manis: setelah mengantar ibuk kuliah, ayah dan nca mulai dari membeli sarapan, lalu muter kampus sebentar. Pulang-pulang, langsung disambut dengan kehebohan rumah: jemuran yang belum naik, keran yang memotret tiba-tiba, dan Nca yang lari-lari sambil teriak, “Ayahhh, ayoo main masak-masak!”—bikin ayahnya cuma senyum sambil tarik napas panjang ala drama Korea. Kalau dibikin novel, 3 hari ini bisa tebal 500 halaman. Euforia kuliah ibuk plus kegiatan NA di Solo bikin rumah kayak panggung hiburan. Nca sibuk nyisirin ibuk (hasilnya antara gaya model dan gaya eksperimen), ayah Reynal bikin kopi sambil jadi alarm hidup: “Cepet mandi, nanti telat!”—dan di luar, menangis anak jadi tetangga soundtrack gratis. Minggu sore ditutup migran, bersandar mie anglo, dan ucapan manis bernada waspada: “Dek, jangan kaget ya kalau rumah tidak sesuai ekspektasi.” Artinya? Ya siap-siap disambut kerjaan. Tapi ya begitulah… di rumah ini, bonus ributnya, paket capeknya lengkap, bah...

Manusia Kuat

Gambar
 Manusia Kuat  Tidak perlu hadir sebagai nasehat, cukuplah hadir dengan energi yang positif. Terkadang manusia tidak membutuhkan banyak kata, mereka hanya membutuhkan rasa aman saat bersamamu.  Keberadaanmu yang tenang bisa jadi jawaban dari keresahan yang tak terucap. Tak selalu harus memberi nasehat, karena senyummu saja bisa jadi penyemangat. Tak selalu harus menunjukkan jalan, karena genggaman tanganmu sudah cukup menuntun.  Hadir dengan hati yang bersih, niat yang tulus, dan aura yang hangat, seringkali jauh lebih berarti dari ribuan kalimat yang berusaha menguatkan. 🌞 X
Ketenangannya bukan sekadar diamnya raga, melainkan persetujuannya hati pada hikmah yang belum terbaca. Dan di suatu malam yang sunyi, aku bertanya di langitsendiri,  kenapa kesendirian begitu sering mengetukku, padahal aku telah berusaha untuk patuh, menjauh dari yang sia-sia. Lalu malam menjawab melalui hembusan lembut yang samar: “Engkau gelisah bukan karena takdir yang berat, melainkan karena sangkamu yang salah pada Tuhanmu. Engkau meremehkan tangan yang menggenggam hidupmu, padahal dari sanalah segala rahmat bermula.” Aku terdiam. Mungkin benar, akulah biang dari riuhnya batin. Saya berbicara tentang ikhlas, namun masih menakar hasil. Aku tertawa tentang bahagia, namun hatiku masih menuntut keadilan. Aku tersenyum seolah reda, padahal jiwaku diam-diam menolak arah yang dipilih semesta. Maka aku bertanya lagi pada diriku sendiri.  Bagaimana mungkin aku menjemput dengan tenang, jika aku masih bersikeras melawan keinginan yang lebih tahu daripada aku? Ketenangan, rupanya, b...