Manis
Minggu pagi dimulai dengan manis: setelah mengantar ibuk kuliah, ayah dan nca mulai dari membeli sarapan, lalu muter kampus sebentar. Pulang-pulang, langsung disambut dengan kehebohan rumah: jemuran yang belum naik, keran yang memotret tiba-tiba, dan Nca yang lari-lari sambil teriak, “Ayahhh, ayoo main masak-masak!”—bikin ayahnya cuma senyum sambil tarik napas panjang ala drama Korea.
Kalau dibikin novel, 3 hari ini bisa tebal 500 halaman. Euforia kuliah ibuk plus kegiatan NA di Solo bikin rumah kayak panggung hiburan. Nca sibuk nyisirin ibuk (hasilnya antara gaya model dan gaya eksperimen), ayah Reynal bikin kopi sambil jadi alarm hidup: “Cepet mandi, nanti telat!”—dan di luar, menangis anak jadi tetangga soundtrack gratis.
Minggu sore ditutup migran, bersandar mie anglo, dan ucapan manis bernada waspada:
“Dek, jangan kaget ya kalau rumah tidak sesuai ekspektasi.”
Artinya? Ya siap-siap disambut kerjaan.
Tapi ya begitulah… di rumah ini, bonus ributnya, paket capeknya lengkap, bahagianya tanpa promo. Semangattt trio Rey!
Eh lupa beras kencur di senin pagi kiriman tercinta bikin hangatnya sampe hati ❤π
Makasih Ayang-Nca atas suportnya yang luar biasaπ

Komentar
Posting Komentar