Bertumbuh dalam detak doa

Sebenarnya tidak yakin adalah bentuk pesimis yang baru saja terjadi dalam diri. 
Keraguan yang menjelma bagai suara suara didalam ruang mengoyahkan tekad. 

Allah lebih tahu apakah ini kebutuhan atau keinginan yang disejajarkan oleh kebetulan untuk sekedar menggenapkan keganjilan diri. 
Tidak ada detak yang tumbuh dari pengerdilan diri. 
Tidak ada merdeka yang bebas dari usaha membatasi diri.

Aku juga kian getu membicarakan hal yang rasanya mustahil Allah tidak mendengarnya. Allah tidak mengenggam dalam kuasaNya. Sejauh Ini Dia satu-satunya yang dapat memberiku kekuatan saat kusebut pelan dalam takbir dan sujudku. Saatku tak lagi pangku keyakinanku bahwa segala sesuatu yang diatasnamakan dengan namaNya akan berbuah baik dan manfaat. 

Aku harus peduli. 
Saat ini aku telah banyak menelan rasa takut, gugusan gelisah, melipat gusar dan mengemasi segala keragu-raguan dalam diri yang sering muncul tanpa arti. 
Bukankan ketenangan hanya akan digapai ketika kita sudah di syurga?. Maka tugas kita di dunia hanya terus belajar sampai jasad kembali pada tanah .
'At ta'alumu fishogiri kannaqsyi alal hajari'

Patah hatiku mengabarkan betapa ruangku telah mendahului ketetapanNya. Aku hampir menyerah, bertumbuh di antara harapan yang tak kunjung menemukan titik cerah. tapi itu salah!
Aku tangguh bertahan sebab di ceruk hati ada secuil keyakinan yang tak kunjung susut memulihkan segala rupa kepiluan.

tumbuh dalam detak ini bersemi menjadi do'a-do'a yang kudengungkan dengan tartil, berisi permohonan, pengharapan agar dibuka seluas-luasnya maaf kerena mudah berputus asa dari 'kadar' yang belum terbaca isinya.  

Selamat tidur jiwa yang Memiliki keraguan 🌼

3.1.23
#Ini untuk menemani malam kalian yg gemar overthinking. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jodoh Dari Muhammadiyah

Jeda

Pulang