Tawakal

Tawakal adalah tahap paling akhir seorang hamba untuk menuju cinta Allah.
Dalam tawakal ia tidak pernah menemukan cahaya yang redup kecuali telah cacat dihatinya akan tawakal itu sendiri.
Ia tidak akan disebut sebagai tawakal jika masih ada barang sedikit rasa takut, cemas dan ketidak percayaan diri dihadapan Allah bahwa Allah-lah yang akan menggenggam semua persoalan hidup, keinginan, bahkan hatimu. 

Tawakal adalah bentuk kepasrahan paling total, tidak lagi bersemayam dihatinya rasa takut dan was-was. Sebab sebelum menemui tawakal engkau pasti telah lebih dulu menyapa *'khauf dan Raja'*.
Rasa takut yang memeberikan cambukan agar engkau berusaha, lalu berharap hasil yang paling baik diantara yang baik. Lalu apa yang paling akhir yang akan kau temui? Tawakal itu. Tawakal yang menjadikan hatimu selalu percaya akan ketetapan baik buruk yang diterima semua telah melalui standar oprasional Allah yang tentu teruji ia layak untukmu!.

Benar (ada yang aku khawatirkan kepada kalian), sesungguhnya hati-hati itu berada di antara dua jari dari jari-jemari Allah, dimana Dia membolak-balikkan hati itu sekehendak-Nya (H.R At-Tirmidzi)

Lalu mengapa engaku masih cemas?
"Sebab beberapa hal mematahkanku berkali kali disaat aku memeluk lukaku seorang diri"


Lalu dalam ketenangan sujudmu engkau temukan.
"Kemarilah, sujudlah yang lama, aku cukup kuat memanggul pedih, kini giliranmu melerap perih dan kembali pulih"

12.1.23
#engaku yang terus menuju baik diesok hari. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jodoh Dari Muhammadiyah

Jeda

Pulang