PUASA PERTAMA NISA DITAHUN KEDUA 1447H
Hari Pertama Puasa – 18 Februari
Alhamdulillah, hari pertama puasa berjalan mulus. Si Nisaa ternyata enjoy sekali. Saat sahur pun ia lahap menghabiskan sayur jamur dan telur hangat yang tersaji. MasyaAllah, sholihah kecilnya ibuk siap menaklukkan hari.
Seusai Subuh, langkah kecilnya ringan penuh semangat. Doanya sederhana, “Semoga puasanya lancar.” Pulang dari masjid, berbagai planning sudah ia susun sendiri: main sama Koko si kucing corak sapi, mewarnai, lalu membaca buku. Dan tentu saja… presensi Katuri tetap hadir, menemani perjalanan puasanya hari itu.
Menjelang pukul 17.00, mulai terlihat perjuangan level berikutnya. Ia menghitung jam, lalu bertanya dengan wajah penuh harap,
“Boleh nggak ya bukanya jam 5?”
Mohon maaf, sholihah… aturan tetap aturan 😌
Buka puasa sesuai jadwal, pukul 18.02. Bersabarlah sedikit lagi, karena kemenangan memang perlu ditunggu.
Dan ketika adzan akhirnya berkumandang… sorak gembira pecah! Air tegukan yang mengalir memutus dahaga terasa seperti hadiah paling manis. Alhamdulillah, tunai juga puasa hari pertama Nisaa.
Yang sedikit rungsing justru saat tarawih. Imam membaca surat-surat panjang, dan Nisaa mulai “mereog” kecil di saf samping ayahnya. Sampai rumah, mukena yang tadi rapi tinggal kenangan, inner dan mukenanya terpisah bagai sedang bermusuhan 🤣
Tapi yang paling membuat ibuk terharu…
Di hari pertama puasa ini, sholatnya lengkap lima waktu. Yang biasanya Dzuhur suka luput, kemarin justru komplit.
MasyaAllah, hari pertama yang keren sekali.
Semoga konsisten sampai akhir, ya sholihah kecilnya ibuk 🤍
Masya Allah Tabarokallah
Komentar
Posting Komentar